Pelatihan Teknis Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di Pemerintahan (Pola BIP) Tahun 2025
Pelatihan Teknis Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di Pemerintahan (Pola BIP) Tahun 2025
Semarang – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah sukses menyelenggarakan Pelatihan Teknis Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di Pemerintahan (Pola BIP) Tahun 2025, yang berlangsung pada 11–19 November 2025 dengan metode blended learning. Pelatihan ini diikuti oleh 40 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi di Jawa Tengah.
Mengacu pada edaran resmi BPSDMD Nomor 800.2.4.2/469/2025, pelatihan bertujuan meningkatkan kompetensi ASN dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung transformasi digital pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Selama empat hari pembelajaran daring, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar AI, etika penggunaan AI, keamanan data, serta implementasi teknologi AI di lingkungan kerja pemerintahan. Peserta kemudian melanjutkan tiga hari pembelajaran klasikal di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah untuk praktik langsung penggunaan berbagai tools AI seperti tldv, Lovable AI, Consensus AI, dan Gamma AI.
Sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran, peserta dibagi menjadi delapan kelompok untuk mengerjakan mini project berupa produksi video informasi menggunakan teknologi AI. Proses produksi video dilakukan secara komprehensif dengan memanfaatkan berbagai platform AI. Penyusunan naskah dilakukan menggunakan app.rytr.me, Gemini AI, dan ChatGPT. Alur visual (storyline) disusun melalui Google Flow, sementara proses penyuntingan dan penggabungan material dilakukan menggunakan CapCut. Pemanfaatan teknologi AI dalam project ini menunjukkan bahwa ASN mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan mengaplikasikannya dalam pembuatan konten kreatif yang mendukung tugas kedinasan.
BPSDMD Provinsi Jawa Tengah menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan kreativitas seluruh peserta. Pelatihan ini diharapkan mampu menciptakan aparatur yang lebih inovatif, adaptif, dan siap mendukung percepatan transformasi digital di pemerintahan.
