BKPSDM Kebumen Gelar ASN Family Talkshow, Dorong Ketahanan Keluarga untuk Mendukung Kinerja ASN
BKPSDM Kebumen Gelar ASN Family Talkshow, Dorong Ketahanan Keluarga untuk Mendukung Kinerja ASN
EBUMEN – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kebumen menyelenggarakan kegiatan ASN Family Talkshow: Ketahanan Keluarga agar ASN Lebih Berkinerja pada Kamis (8/10/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube, sehingga dapat diikuti oleh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen. Bahkan banyak pula ASN dari luang lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen yang mengikuti acara tersebut.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mendukung peningkatan kesejahteraan dan ketahanan keluarga ASN. Keluarga yang harmonis menjadi salah satu faktor pendukung bagi ASN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab secara optimal, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kebumen, acara ini ditayangkan langsung dari ruang podcast Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kebumen.
Talkshow dikemas dalam bentuk dialog interaktif dengan menghadirkan dua narasumber yang memiliki perspektif berbeda dan saling melengkapi dalam membahas dinamika keluarga. Narasumber pertama, Yulia Tri Haryanti, S.Psi., Psi., Psikolog Klinis pada RSUD dr. Soedirman, membahas persoalan keluarga dari perspektif psikologi, komunikasi, dinamika pasangan, dan pengelolaan emosi. Narasumber kedua, Dr. Salim Wazdy, S.Ag., M.Pd., dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, berbagi perspektif mengenai kehidupan keluarga, penyelesaian konflik, serta upaya mediasi dalam menghadapi persoalan rumah tangga. Jalannya acara dipandu oleh Suwanto, S.IP., M.M., dari BKPSDM Kabupaten Kebumen selaku moderator.
Dalam diskusi tersebut, peserta diajak memahami bahwa profesionalitas ASN tidak hanya berkaitan dengan kompetensi, disiplin, integritas, dan pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga perlu didukung oleh kondisi pribadi dan keluarga yang terkelola dengan baik. Persoalan keluarga yang tidak tertangani dapat memengaruhi kesejahteraan individu dan aktivitas sehari-hari, termasuk dalam menjalankan pekerjaan.
Pembahasan diawali dengan pentingnya keluarga dalam mendukung profesionalitas ASN, kemudian berlanjut pada bagaimana persoalan kecil dalam rumah tangga dapat berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Komunikasi yang semakin berkurang, kesibukan pekerjaan, persoalan ekonomi, serta perasaan tidak didengar atau tidak dihargai menjadi beberapa fenomena yang diangkat untuk dipahami secara lebih mendalam.
Salah satu topik yang mendapat perhatian khusus adalah pentingnya menjaga batas dalam hubungan dengan pihak ketiga, termasuk kedekatan emosional dengan rekan kerja. Melalui diskusi ini, peserta diajak memahami bahwa hubungan profesional dan pertemanan perlu dijaga dengan batas yang sehat agar kepercayaan dan komitmen dalam keluarga tetap terpelihara.
Talkshow juga membahas fenomena ketika seseorang merasa lebih dipahami atau diperhatikan oleh orang lain dibandingkan oleh pasangannya sendiri. Peserta diajak merefleksikan pentingnya komunikasi terbuka, saling menghargai, serta memahami kebutuhan emosional pasangan dalam menjaga kualitas hubungan.
Selain mengidentifikasi berbagai persoalan, diskusi diarahkan pada langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memperbaiki hubungan keluarga. Di antaranya adalah membangun kebiasaan komunikasi yang lebih baik, mengenali konflik sejak dini, menjaga kepercayaan, serta mencari bantuan dari psikolog, mediator, atau pihak yang kompeten ketika persoalan tidak lagi dapat diselesaikan secara mandiri.
Melalui dialog interaktif tersebut, peserta juga memperoleh ruang untuk menyampaikan pertanyaan dan berbagi pandangan mengenai tantangan dalam membangun keluarga yang tangguh di tengah tuntutan pekerjaan. Pembahasan menekankan bahwa konflik dalam rumah tangga tidak serta-merta berarti sebuah keluarga gagal. Hal yang penting adalah kemampuan mengenali persoalan, mengomunikasikannya secara sehat, dan mencari penyelesaian yang tepat sebelum masalah berkembang semakin berat.
Penyelenggaraan ASN Family Talkshow ini menjadi salah satu upaya BKPSDM Kabupaten Kebumen dalam mendukung kesejahteraan ASN melalui edukasi mengenai kehidupan keluarga. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang komunikasi, pengelolaan konflik, dan ketahanan keluarga, ASN diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kehidupan keluarga dan tanggung jawab profesional.
Sebagai bagian dari pengembangan kompetensi ASN, peserta yang mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting hingga acara selesai memperoleh sertifikat pengembangan kompetensi senilai 4 jam pelajaran (JP). Kegiatan ini juga ditayangkan sebagai bimbingan teknis pada platform SINAU Kebumen melalui laman sinau.kebumenkab.go.id.
Melalui kegiatan ini, BKPSDM Kabupaten Kebumen berharap kesadaran akan pentingnya ketahanan keluarga semakin meningkat, sehingga tercipta keluarga yang lebih sehat dan harmonis serta ASN yang mampu menjalankan tugas secara profesional, produktif, dan optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
