BKPSDM Menghadiri Penutupan LATSAR CPNS GOL III Angkatan 26 dan 27 di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah.
BKPSDM Menghadiri Penutupan LATSAR CPNS GOL III Angkatan 26 dan 27 di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah.
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kebumen menghadiri kegiatan Penutupan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III Angkatan 26 dan 27 yang diselenggarakan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah pada Selasa, 30 Juni 2026.
Pada pelaksanaan Latsar tersebut, Kabupaten Kebumen mengirimkan dua peserta, yaitu FAIZ ILHAM ARDANI, S.Tr.I.P sebagai Penata Perizinan Ahli Pertama dan MUHAMMAD RIFDAN NABIL IRAWAN, S.Tr.I.P sebagai Analis Kebijakan Ahli Pertama.
Pelatihan Dasar CPNS merupakan tahapan penting dalam pembentukan Aparatur Sipil Negara yang profesional, berintegritas, berorientasi pada pelayanan publik, serta memiliki komitmen terhadap nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali kompetensi teknis maupun karakter yang diperlukan dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
Pada penutupan Latsar, hasil evaluasi menunjukkan capaian yang sangat membanggakan. Sebanyak 12 peserta berhasil meraih predikat "Sangat Memuaskan", termasuk FAIZ ILHAM ARDANI, S.Tr.I.P dari Kabupaten Kebumen. Prestasi tersebut menjadi bukti dedikasi, kerja keras, dan komitmen peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran dan aktualisasi selama pelaksanaan Latsar.
BKPSDM Kabupaten Kebumen menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para peserta dan berharap ilmu, pengalaman, serta nilai-nilai yang diperoleh selama Latsar dapat diimplementasikan secara optimal dalam pelaksanaan tugas di instansi masing-masing. Diharapkan para CPNS mampu menjadi ASN yang profesional, adaptif, berintegritas, dan senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Keikutsertaan dan keberhasilan peserta dari Kabupaten Kebumen dalam Latsar CPNS ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam meningkatkan kualitas sumber daya aparatur guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
