Pelatihan Statistik Sektoral 2025 Perkuat Kapasitas SDM dan Penyajian Data di Kebumen
Pelatihan Statistik Sektoral 2025 Perkuat Kapasitas SDM dan Penyajian Data di Kebumen
Kebumen, 9 Desember 2025 - Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kebumen menyelenggarakan Pelatihan Statistik Sektoral Tahun 2025 dengan tema “Penguatan Kapasitas SDM Statistik Sektoral dan Penyajian Data Statistik melalui Pembuatan Infografis” yang berlangsung selama dua hari, pada 9–10 Desember 2025. Diikuti oleh seluruh perwakilan OPD, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi aparatur perangkat daerah dalam pengelolaan dan penyajian data statistik agar lebih akurat, informatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya kebijakan Satu Data Indonesia di tingkat daerah.
Kegiatan hari pertama dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kebumen, Hj. Wahyu Siswanti, SE, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa data saat ini menjadi hal yang sangat penting dan krusial, khususnya dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan daerah. Ia juga menyampaikan harapan agar Buku Satu Data dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sebagai sumber informasi yang terpercaya. Selain itu, disampaikan pula bahwa hasil evaluasi penyelenggaraan Satu Data oleh Badan Pusat Statistik menunjukkan tingkat kematangan data di Kabupaten Kebumen yang terus meningkat, dengan nilai EPSS Pemerintah Kabupaten Kebumen tahun 2024 meraih predikat “baik” dengan skor 2,69. Untuk menghadapi pelaksanaan EPSS tahun 2026, beliau menekankan pentingnya penguatan SDM, peningkatan kepatuhan terhadap standar data, perbaikan kualitas data pada setiap siklus, integrasi data dalam dokumen perencanaan, serta penguatan koordinasi lintas sektor.
Materi 1 : “Kolaborasi untuk Pembinaan Statistik yang Berkualitas, Bermakna, dan Berdampak”
Narasumber : Danisworo, S.Si., M.Si., selaku Kepala BPS Kabupaten Kebumen.
Dalam pemaparannya, ia menyampaikan bahwa setiap perangkat daerah pada dasarnya memiliki informasi yang layak untuk disampaikan kepada publik, namun data tersebut harus memiliki rujukan dan referensi yang jelas agar dapat dimaknai dengan benar. Ia menjelaskan bahwa data yang tersusun secara terstruktur akan berkembang menjadi informasi dan selanjutnya menjadi pengetahuan, yang pada akhirnya menjadi dasar penting dalam penelitian dan pengambilan kebijakan. Ia juga menegaskan bahwa BPS tidak memiliki seluruh data, khususnya data primer, sehingga peran perangkat daerah sangat penting sebagai produsen data sektoral. Di tengah kebutuhan data yang semakin menuntut kecepatan, kerincian, dan relevansi, ia mengingatkan agar sumber data dari media sosial tetap disikapi secara kritis dan tidak diterima secara mentah. Ia turut menekankan pentingnya penguatan SDM statistik yang mencakup kecukupan kualitas dan kuantitas, serta perlunya monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan dalam pembinaan statistik sektoral agar tetap relevan, adaptif, dan mampu menghasilkan statistik yang berkualitas, bermakna, dan berdampak.
Materi 2: “Persiapan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026”
Narasumber : Mulyo Widodo, SST, M.Si., selaku Statistisi Ahli Madya BPS Kabupaten Kebumen.
Dalam materinya, ia menjelaskan secara rinci pengertian, maksud, tujuan, mekanisme pelaksanaan, pihak-pihak yang terlibat, waktu pelaksanaan, serta output yang diharapkan dari EPSS. Disampaikan bahwa EPSS merupakan instrumen penilaian yang dilakukan terhadap instansi pusat maupun daerah, dan pelaksanaannya dapat dilakukan secara berkala dua tahun sekali atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. Tahapan pelaksanaannya meliputi penilaian mandiri, penilaian dokumen, wawancara, visitasi, proses harmonisasi dan penyusunan laporan hasil di tingkat provinsi, hingga finalisasi di tingkat BPS pusat. Melalui pelatihan ini diharapkan seluruh perangkat daerah di Kabupaten Kebumen semakin siap menghadapi pelaksanaan EPSS dan mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral secara berkelanjutan.
