BKPSDM Hadiri Kirab Gunungan Karangbolong, Lestarikan Tradisi dan Perkuat Kebersamaan
BKPSDM Hadiri Kirab Gunungan Karangbolong, Lestarikan Tradisi dan Perkuat Kebersamaan
KEBUMEN - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kebumen menghadiri kegiatan Kirab Gunungan yang diselenggarakan di kawasan Pantai Karangbolong pada pukul 13.30 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian tradisi budaya sekaligus menjadi ajang mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Kebumen serta dihadiri oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia, Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen, jajaran kepala perangkat daerah, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal yang menjadi identitas Kabupaten Kebumen.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab gunungan yang berlangsung meriah dari titik awal menuju lokasi utama acara di Pantai Karangbolong. Gunungan yang berisi berbagai hasil bumi menjadi simbol rasa syukur atas limpahan rezeki sekaligus harapan akan kesejahteraan masyarakat. Suasana semakin semarak dengan penampilan kesenian tradisional kuda lumping yang menghibur para pengunjung.
Setelah kirab selesai, masyarakat antusias mengikuti prosesi rebutan gunungan. Tradisi ini menjadi salah satu momen yang paling dinantikan karena dipercaya membawa berkah bagi siapa saja yang memperoleh hasil bumi dari gunungan tersebut. Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi, namun seluruh rangkaian kegiatan tetap berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan menikmati tumpeng nasi kuning secara bersama-sama sebagai simbol rasa syukur, persatuan, dan kebersamaan. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, BKPSDM Kabupaten Kebumen menunjukkan dukungannya terhadap pelestarian nilai-nilai budaya daerah serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
